Jangan Pernah Menyakiti Makhluk Bernama Ibu
Seperti biasa sarapan pagi ini dibuka dengan ngaskus lagi. Huaaah… udah makin ketagihan aja sama yang satu ini. Tadinya mau nge-cek postingan kemaren malem, sekalian bales2 comment yang sempet terjebak kesana. Tapi baru di Page pertama, ada hot thread menarik dengan judul “Mengagumkan!!! Perjuangan Seorang Ibu dan Anak Melawan Kanker”. Sengaja mau copas langsung disini, ga bakal kena edit pulak. Thanks buat seorang agan yang udah sharing tentang cerita ini. Dipersembahkan untuk semua ibu yang ada di seluruh dunia. Spesial untuk Ummi ku sayang (Love u, mom!!! Muah… muah… muah…)
***
Padahal Tinggal Selangkah Lagi …

Noyori Conference Hall, Nagoya University, JAPAN
” There is no telling how many miles you will have to run while chasing a dream “
Fuih … Dont give up, Try it one more time
Andakah Target Berikutnya ???
Ternyata kenyamanan dan keamanan memang menjadi barang yang luar biasa mahal di NKRI tercinta ini. Penyediaan layanan umum yang seharusnya diiringi dengan peningkatan kualitas pendukung layanan tersebut sepertinya sudah harus sangat diperhatikan dengan seksama(bukan Cuma diperhatiin juga sih, tapi kudu dilaksanain). Apalagi pelayanan di bidang transportasi, semisal kereta, Bis juga angkot.
Sebagai user angkot yang sangat loyal (hahaha… taunan cing gw pake angkot
) rasanya sudah kenyang makan asam garamnya kehidupan sebagai penumpang angkot. Sudahlah, kita tidak usah membandingkan angkot kita yang warna-warni itu dengan angkot yang ada di Singapore atau di Tokyo (emang disono ada angkot? ). Kita sudah sangat mafhum dengan kondisi angkot kita yang reyot, kotor, banyak nyelip sampah, panas (soalnya banyak juga yang jendelanya ga bisa dibuka), sumpek (inget aturan 7-5?), alasnya bolong-bolong, banyak kecoa (eh, baru tau ternyata ada juga hewan yang namanya kecoa angkot, bentuknya lebih kecil dari kecoa di rumah2, tapi jumlahnya banyak. Suka tiba-tiba keluar dari sela-sela jok penumpang di sisi deket kaca… iiiih) dll. Kita sudah paham kondisi ini, tapi terima ajalah. Toh sepertinya di Orang Indonesia itu baik2, kenyamanan yang harusnya jadi hak setiap penumpang sudah tidak/sedikit diperhatikan. Read more…
(Lagi) Indonesia Mengalahkan Jepang
Lagi..!!!! Indonesia berhasil mengalahkan jepang. Setelah beberapa waktu lalu diwakili Tim dari ITB memenangkan LSI Design Contest 2009, di Okinawa Jepang. (Walaupun udah rada telat, tapi ku ucapkan Selamat … special buat testerku di Mata’ salman , Teh Nden -Raden Siti Intan-)
Kini kita beralih pada ‘Prestasi’ Indonesia selanjutnya. Nah disini secara mengejutkan Indonesia mampu mengalahkan Jepang dengan nilai terpaut cukup jauh (Waaaah… selamet deh!!) Ehm… ini bukan kontes memang, karena diantara keduanya tidak terlibat dalam sebuah kompetisi Internasional yang terjadi pada umumnya. Terus apa dong?
Ayo nge-blog lagi!!!

Skrinsut ststistik blog ini yang terjun payung, gara-gara lama ga diurus.. Parah!!
Yaaah… kurang lebih seperti itulah kondisinya. Banyaknya jumlah pengunjung ternyata berbanding lurus dengan banyaknya aktivitas nge-blog yang dilakukan. Bukan hanya perkara nge-update tulisan, tapi juga bagaimana tulisan ini berhasil di posting dengan konten dan bobot yang sesuai dengan permintaan pasar, bukan tulisan sampah yang rasa-rasanya sudah banyak membanjiri blog ini …. (perlu dibuang ga yach???)
Bahagia Menjadi Guru
Apa sih kebahagiaan terbesar bagi seorang guru?
Itu pertanyaan seorang kawan, waktu tau kemungkinan besar setelah lulus kuliah nanti saya akan menjadi guru. Ehm… dipikir-pikir pertanyaannya susah juga euy!!! Entah karena saya ini belom resmi jadi guru beneran, ato nih pertanyaan emang susah ???
Beginilah Kalau Kampus UPI ‘digoyang’ Gempa
Untuk temen2 yang waktu tanggal 2 September 2009 jam 15.20 WIB (ato lebih yah… LUPA) berada di daerah Jawa Barat, dan Jabodetabek (jawa tengah dan bali juga sedikit kena imbas) mungkin setuju klo tanggal segitu jadi tanggal yang ‘mendebarkan‘. Selama 20 tahun hidup di dunia, rasa-rasanya ini adalah gempa terbesar yang pernah dirasakan secara langsung… wuih!!!
Ngajar Ngaji di Secapa
Ini hari kedua saya ngampus lagi. Setelah sebelumnya meliburkan diri dari dunia kampus. Awalnya pengen kuliah tapi apa daya, hari pertama Shaum, bawaannya pengen tidur doang. Ditambah kebiasaan anak2 kos yg pada milih ga masuk kuliah di awal2 semester apalagi awal2 Ramadhan.
Yah … daripada ntar ujung-ujungnya dibubarin juga tuh kelas karena mahasiswa nya pada mudik. Meningan kita sebagai anak rumahan yg kudu ngongkos ke kampus, ikut mereka-mereka yg lagi pada mudik (Baca: Ngikut bolos). Lumayan bisa menghemat Rp. xxxx
Aku kembali, Kawan!!!
Perjuanganku di medan perang (Baca: Tempat KKN) belumlah berakhir, kawan!! Tapi aku sudah tak sanggup lagi melihat rumah ini makin berdebu. Tak terurus. Sial, bahkan tukang sapu keliling pun enggan melirik halamanku. Fuih… padahal tahu kah kau kawan, aku berharap besar padanya, berharap dirinya mau menolongku. Menyapu “sampah-sampah” yang berserak di sekitar halaman ini ….
















Apa Kata Mereka