Beranda > Inspirasi, Renungan > Untukmu Mujahidku (Kelak)

Untukmu Mujahidku (Kelak)

Mujahidku, apa kabar?

Semoga saat ini engkau dalam keadaan baik.

Penatku… Penatmu saat ini semoga tetap di jalan-Nya

Semoga, mendung ini dapat kau nikmati juga

Supaya kau merasa sejuk setelah seharian bercampur debu

Mujahidku…

Semoga saat ini DIA menjaga hati, mata, pendengaran dan jiwamu

Menjaga semuamu, untukku…

Pun aku, semoga DIA membantu untuk menjaga kehormatan, jiwa dan jasadku

Menjaga semuaku, untukmu…

Karena-NYA semata

Mujahidku, tahukah kau ???

Saat ini aku berdoa untuk keselamatanmu

Semoga saat ini engkau masih teguh dijalan yang DIA bentangkan untukmu

Mujahidku …

Saat penat pikiran dan jiwa kian mendera

Saat hamparan-hamparan dakwah ini mengajak kita, berputar bersamanya

Sungguh … aku hanya berharap DIA ridho atas apa yang aku dan engkau lakukan

Mujahidku …

Entah engkau ada dimana saat ini

Aku tak hendak melukis jasadmu

Aku tak hendak menerka tentangmu

Tahukah kau, mujahidku?

Aku mencintaimu sebelum mata ini memandang, sebelum telinga ini mendengar

Sebelum perkara-perkara jasad ini merusak semua ketulusanku atas siapapun kau

Dan aku ingin menjaganya tetap begitu SEDERHANA

Ah, mujahidku semoga kau lantunkan doa yang sama pada pemilik kita

Takdirku… Takdirmu… hanya ada dalam genggamanNYa

Dan kita tak akan pernah tahu itu

Mujahidku …

Dalam sujud-sujud panjangku, aku merayu-NYA

Menyelipkan sebuah doa, semoga aku pantas mendampingimu

Entah, siapapun engkau…

Entah, dimana dirimu berada …

Namun, ada hormat, rindu dan kepercayaan

yang memberiku selaksa ketulusan menanti dirimu

Mujahidku, sungguh aku hanya ingin menjaga diriku dan jiwaku

Mempersiapkannya … menempanya …

Agar jika suatu saat DIA berkehendak membuat skenario tentang kita

Aku telah siap menapaki jalan yg kita pilih hanya bersamamu

Hingga hanya DIA muara akhir semua cerita.

* Ga sengaja nemu dari binder lapuk dibawah lemari :D

Tulisan siapa kah ini ???

 

Categories: Inspirasi, Renungan
  1. Ahad
    September 8, 2008 pukul 1:50 am | #1

    Ehem…si kakak nih. Dalem banget, ntar aku cariin deh di depok yah.Mau kaya apa?

  2. Desember 9, 2008 pukul 3:33 am | #2

    wuih..wuih..keyen..

    oh ya, nanti kalau mujahidnya dah ketemu jangan lupa liatan puisi ini..

  3. 4z1z4h
    Desember 9, 2008 pukul 5:42 am | #3

    @isil :D haha…
    mantab kan puisinya, ntar aku tak kasih tau suamiku nanti… insya Allah

  4. Agam
    Desember 11, 2008 pukul 6:03 am | #4

    Parah… parah …
    Kamu yam, kira-kira buat sapa nih DOA?
    Buat yang lagi jauh bukan…???
    Hahaha… bentar lagi kek nya dia ke bandung tuh yam, kemaren minta ditemenin katanya
    v(^_^)v

  5. uCY
    Desember 12, 2008 pukul 1:57 am | #5

    ya..elah..teh kirain buat siapa do’anya..

    keren..keren..

    bener kata isil ntar klo dah ketemu mujahidnya..
    kasih liat tu puisi…

    hhihi..

  6. 4z1z4h
    Desember 12, 2008 pukul 11:58 am | #6

    @uCY
    hehe… boleh di copy kok cy, sapa tau dirimu butuh :D

  7. YourSecretAdmired
    Januari 10, 2009 pukul 3:20 am | #7

    Kira-kira siapa yah, “mujahid”nya antum?

  8. Esa
    Januari 19, 2009 pukul 2:10 am | #8

    :)
    Semoga mendapat yg terbaik.
    Btw, sori cannot be ur bestfren.

  9. Januari 21, 2009 pukul 3:25 am | #9

    @Esa
    Amiiiin…
    :D

  10. Juli 9, 2009 pukul 3:06 pm | #10

    Bagus doanya, ga nyangka lama ga ketemu udah banyak perubahan. makin dewasa :)

  11. Juli 10, 2009 pukul 6:14 am | #11

    @Dony
    Ya.. iyalah.. kan ibuku teh ngasih makan aku,Jadi aja tumbuh dan berkembang… hehe
    Sok lah, boleh di Copas,sapa tau butuh :P

  1. Belum ada trackback.