Beranda > Inspirasi, Renungan > Berhenti sejenak

Berhenti sejenak

Barusan dapet sms dari seorang sahabat yang udah lama banget ga pernah ketemu. Isinya agak aneh juga sih :p pict1
“Yam, sebutkan satu hal yang paling ingin dialami sepuluh menit  kedepan?”Barusan dapet sms dari seorang sahabat yang udah lama banget ga pernah  ketemu. Isinya agak aneh juga sih

Simple banget kan, tapi ajaibnya mampu membuat kening saya berkerut, kepala  berputar dan membuat mata merem-melek (hiperbol abiiis). Anda salah kalau mengartikan gejala diatas sebagai gejala kebingungan akut seperti yang mungkin anda alami ketika menghadapi ujian.
Saya punya jawaban paripurna untuk menjawab pertanyaa diatas, ada yang tau?

Hehe..
Agak aneh sih
Ehm…
Hal yang ingin saya alami sepuluh menit kedepan dan hanya berlangsung sekitar 1 jam adalah (jreng..jreng..jreng)

TIDUR PULAS

Hehe…(^-^)
Aneh dimana yam? Dasarnya elu mah emang pemalas tuh?
Tenang…tenang… sahabatku
3 kata diatas sebenernya punya dua arti, secara eksplisit dan implicit. Tapi makna kedua (implisit) adalah yang paling saya garis bawahi. Maksudnya yam?
Kalo boleh sedikit curhat, bulan ini adalah bulan yang sangat melelahkan. Melelahkan secara fisik, pikiran juga mental (sok tua loe yam). Efeknya tugas-tugas kuliah dikerjakan seadanya, amanah-amanah di beberapa afiliasi makin ga bisa di handle, semangat cari maisyah (penghasilan) yang semula berkobar, kini hanya tersisa asapnya doang, kinerja di rumah ga jauh beda, ibadah pun makin ga berbobot (ini yang parah) Kenapa yach?

Pernah sedikit menganalisa, coba-coba mikir agak keras dari biasanya dan bertanya ke beberapa teman yang kayanya pernah mengalami hal yang sama. Fuih…
Didapat satu kesimpulan yang mungkin bisa juga dibilang sebagai penyebab terjadinya gejala-gejala diatas. Kesimpulan ini juga diaminkan oleh beberapa teman yang dengan intensif memperhatikan perubahan-perubahan saya selama ini.

“Kok Pucet yam?”
“Kamu terlalu cape, yam”
“coba istirahat sebentar, tidur beberapa jam. Jangan terlalu banyak berpikir”
“Kurangi kegiatannya”
(Thanks sarannya, ukh)

That’s the keyword
I’M VERY TIRED

Jadi inget kata-katanya kang hadi, temanku di pustena
“Berhentilah sejenak, untuk melompat lebih jauh”
Terkesan mudah, tapi sangat sulit dilakukan ternyata. Untuk tertidur (berhenti sejenak) mungkin bisa, tapi ketika didalam tidur berhenti berpikir? Ini yang sulit. Bapakku pernah bilang,
“Kenapa yah, iyam mah kalo tidur. Keningnya kaya yang mikir. Berkerut kaya orang tua ”

Mungkin ini kelemahan saya, ketika ada satu (apalagi banyak) masalah menimpa, selalu dibawa tidur. Dipikirkan secara komprehensif justru ketika menjelang tidur. Efeknya ketika bangun bukannya segar bugar tapi malah cape, ujung-ujungnya sakit di kepala, tekanan darah ngedrop, dan alergi makin menggila.
Berhenti sejenak…
Samakah dengan berlari dari tanggung jawab?
Samakah dengan menghilang dari hadapan teman-teman yang sedang menunggu kontribusi kita?
Samakah dengan melepaskan seluruh beban di pundak dan menyandarkan beban itu ke temen2 yang lain?
Samakah dengan mematikan HP menghindari telepon dan sms yang akan berisi kabar berupa amanah baru yang akan kita pikul? Atau amanah lama yang belum kita laksanakan?
Samakah dengan tak menghadiri undangan syuro (rapat, demi untuk menjunjung arti “Berhenti sejenak”)??
Entahlah…
Saya sudah tak ingin banyak berpikir lagi. Kepala rasanya makin berat.
Hanya satu yang ingin saya alami

TIDUR PULAS
Walaupun hanya sejenak

Categories: Inspirasi, Renungan Tag:, ,
  1. Mas arfan
    Desember 1, 2008 pukul 8:57 am | #1

    waduh…yam kok perasaan sering amat keliatan cape? kata saya juga, jangan banyak2 diluar rumah. istirahat atuh 2 jam cukup, kan cuma minta sejenak :p

  2. wildan
    Desember 1, 2008 pukul 9:45 am | #2

    Semangat atuh, kan i_amhebat :D

  3. Desember 2, 2008 pukul 9:52 am | #3

    Saya tidak menyangka aktifitas kamu sebanyak ini…. Semoga kita tetap berada dalam agama ini (Islam) walaupun kita dicoba dari aktifitas kita….
    “Ya Allah berikan kekuatan kepada saudariku ini, agar dia bisa berjuang untuk menjalankan kewajibannya sebagai manusia…..Amin…”

    Berhentilah sejenak untuk melompat lebih jauh.
    Berhentilah sejenak untuk lari lebih cepat.
    =D

  4. Desember 3, 2008 pukul 3:50 am | #4

    @Mas Arfan
    Keliatan ya mas? Iya ntar mah, mau dengerin saran si mas ah… kapan balik ke bandung?

    @ Wildan
    i_amhebat juga manusia akh! Butuh tidur :D

    @Kang Hadi
    wah.. kalo dibanding akang, aktifitas iyam mah ga seberapa. Cuma karena energinya dikit kali yah, jadi kesannya cape banget.
    jazakallah khoiron katsiron doanya :)

  1. Belum ada trackback.