Aku kembali, Kawan!!!
Perjuanganku di medan perang (Baca: Tempat KKN) belumlah berakhir, kawan!! Tapi aku sudah tak sanggup lagi melihat rumah ini makin berdebu. Tak terurus. Sial, bahkan tukang sapu keliling pun enggan melirik halamanku. Fuih… padahal tahu kah kau kawan, aku berharap besar padanya, berharap dirinya mau menolongku. Menyapu “sampah-sampah” yang berserak di sekitar halaman ini ….

Ini rumahku, kawan!!! Kau tau apa arti rumah untukku, sama seperti kau artikan rumahmu juga. Kemarin malam, ku terpaksa kembali, kawan!!! Mendengar kabar rumahku banyak ditakuti orang, membuat dada ini sesak. Bukan hanya tak enak tidur dan makan. Hidupku pun semakin tak sedap tuk sekedar dicicipi. Ehm… Saat itu pun aku sadar, aku harus kembali…
Kaki ini sedikit melangkah, menuju beranda tua yang terlihat enggan menyambut kedatangan tuannya macam aku ini. Lampu temaram kuning 5 Watt bermerk PHILIP yang kupasang bulan lalu tepat didepan pintu kebesaranku, juga enggan bersinar. Jangankan bersinar, penampakannya pun tak bisa ku lihat, aneh…..
Ehm, jangan-jangan!!!
Waaaah… gila, bohlam yang cuma 5 rebu perak itu pun raib!!! Taukah kau, kawan!! Bagaimana aku berjuang membelinya?? Dasar Pencuri kurang kerjaan!!! andai dia tau yang punya rumah sedang berjuang mati-matian menyelamatkan bangsa ini dari kebodohan. Kenapa harus bohlam rumahku yang kau binasakan…
Jangan kau tanya kemana tetanggaku? apa kerja ketua RT ku? Mana hansip yang iurannya selalu kubayar tiap bulan? Ntahlah kawan, jangan kau tanyakan itu padaku. Yang ku tau, rumahku tak pernah mereka acuhkan. Hanya kau kawan!!!
Kau mungkin tak sadari bahwa aku tau kau selalu berkunjung ke rumahku. Walaupun tak pernah kulihat kau gantikan tugas tukang sapu langgananku, karena toh halamanku masih dipenuhi serak dan debu. tak pernah ku lihat pula kau gantikan ketua RT ku, karena toh rumahku masih seperti ini. Apalagi gantikan hansip berbaju hijau itu, karena toh bohlam itu masih tetap raib.
Tapi ku tau, kau begitu hebat kawan. Kau relakan waktumu, tenagamu, dan peluhmu hanya untuk melihat dan menanti kapan kiranya aku kembali…
Kini, hari ini, adalah hari yang istimewa, kawan!! Karena aku telah kembali. Kembali ke rumahku. Bersediakah kawan, kau membantuku??? Ambillah sapu atau sekedar kain lap di rumahmu, bantu aku benahi rumah ini. Bantu aku bersihkan debu ini, kawan!!! aku tau kau begitu merindukanku, tapi rindu saja tak cukup kawan, bantu aku… bantu aku…
Bawalah makanan apapun yang ada di rumahmu, sekedar untuk menghilangkan lapar di perutku. Tegakah kau kawan melihat sahabatmu pulang berjuang dalam keadaan perut tak terisi. Ehm… klo ada ambillah sebotol minuman dingin di kulkasmu… aku haus, Kawan!!!















Jadi ingat masa lalu….
Lanjutkan Non!
Hmmmm… Selamat datang kawan… Kiasan yang indah… Seperti Kang Dede, saya juga ingat masa-masa KKN dulu… Banyak yang dikorbankan dan banyak yang ditinggalkan… Welcome Back Azizah… Yang nyolong lampu biarkan Ia menanggung dosanya…
whahahaha…
Lucu tulisan kamu, yam!!! Bodor, hahah
welcome back, sorry kain pel masih di pake si mamah niih