Beranda > Opini > Andakah Target Berikutnya ???

Andakah Target Berikutnya ???

Ternyata kenyamanan dan keamanan memang menjadi barang yang luar biasa mahal di NKRI tercinta ini. Penyediaan layanan umum yang seharusnya diiringi dengan peningkatan kualitas pendukung layanan tersebut sepertinya sudah harus sangat diperhatikan dengan seksama(bukan Cuma diperhatiin juga sih, tapi kudu dilaksanain). Apalagi pelayanan di bidang transportasi, semisal kereta, Bis juga angkot.

Sebagai user angkot yang sangat loyal (hahaha… taunan cing gw pake angkot :D ) rasanya sudah kenyang makan asam garamnya kehidupan sebagai penumpang angkot. Sudahlah, kita tidak usah membandingkan angkot kita yang warna-warni itu dengan angkot yang ada di Singapore atau di Tokyo (emang disono ada angkot? ). Kita sudah sangat mafhum dengan kondisi angkot kita yang reyot, kotor, banyak nyelip sampah, panas (soalnya banyak juga yang jendelanya ga bisa dibuka), sumpek (inget aturan 7-5?), alasnya bolong-bolong, banyak kecoa (eh, baru tau ternyata ada juga hewan yang namanya kecoa angkot, bentuknya lebih kecil dari kecoa di rumah2, tapi jumlahnya banyak. Suka tiba-tiba keluar dari sela-sela jok penumpang di sisi deket kaca… iiiih) dll. Kita sudah paham kondisi ini, tapi terima ajalah. Toh sepertinya di Orang Indonesia itu baik2, kenyamanan yang harusnya jadi hak setiap penumpang sudah tidak/sedikit diperhatikan.

“Yang penting mah nyampe” Ooooh…. baiknya.

Sebetulnya para penumpang yang hak-haknya sudah terenggut  ini bisa mengajukan Class Action pada pihak yang bertanggungjawab. Semisal ngajuin protes ke Organda, klo untuk urusan angkot. Tapi itu dia, lagi-lagi kita mah terlalu baik, atau memang sengaja menghindari keribetan birokrasi yang sudah menjadi ciri khas di Indonesia Raya ini. Ok…Ok saya tidak akan membahas gimana caranya ngajuin class action atau memprovokasi temen-temen untuk demo ke Organda. Bukan.. bukan… bukan itu.

Pengen sharing aja tentang keamanan didalam angkot yang akhir-akhiri ini sudah sangat menghawatirkan. Bertahun-tahun bertindak sebagai pengguna angkot, saya sudah beberapa kali menjadi ‘saksi’ atas tindak kriminalitas di dalam angkot. Tidak hanya menjadi saksi, tapi pernah juga jadi korban (hmmm… berarti tinggal jadi tersangka nih :P )

Pencurian barang-barang berharga di ankot sepertinya sudah semakin mudah saja dilakukan. Kelengahan penumpang, dan kecerdasan si pelaku pencurian memang menjadi factor yang sangat menentukan. Berikut ini beberapa modus pencurian yang pernah saya lihat sendiri :

  1. Hati-hati apabila ada seseorang yang naik angkot dengan membawa tas besar (Biasanya ransel) tapi terlihat kosong. Biasanya orang yang bersangkutan sengaja  menyimpan tasnya itu di atas pahanya dengan posisi menyilang. Sehingga sebagian badan tas juga menghalangi penumpang lain yang ada di sebelahnya. Nah salah satu tangan si pelaku SELALU berada di bawah tas. Hal ini dilakukan untuk mempermudah membuka tas penumpang lain yang juga terhalangi tas besarnya tadi. Seolah-olah si pelaku sedang memeluk tas besarnya itu. Untuk modus ini yang banyak menjadi korban adalah ibu-ibu/ wanita yang membawa tas jinjing atau tas selendang.
  2. Hati-hati apabila ada penumpang yang tiba-tiba muntah ke arah kita. Si pelaku kadang juga terlihat memaksakan diri untuk muntah/ mengeluarkan apapun yang ada dimulutnya. Nah, setelah beberapa menit setelah itu  biasanya ada lagi penumpang baru yang tiba-tiba naik angkot, jangan terkecoh karena biasanya dia  adalah ‘kawan’ pelaku muntah paksa itu. Konsentrasi penumpang akan tertuju pada orang yang muntah, atau justu tertuju pada muntahannya yang mengotori pakaian penumpang lain. Kelalaian penumpang itu lah yang dimanfaatkan si kawan pelaku tadi untuk bertindak. *    Modus nya tidak hanya muntah tapi juga pura-pura kram kaki
  3. Hati-hati juga klo ada pelaku yang tiba-tiba mengeluarkan ongkos dalam bentuk receh koin. Biasanya nih orang akan terlihat gerasak-gerusuk berpura-pura menghitung uangnya. Orang seperti ini memanfaatkan rem-rem mendadak yang dilakukan sopir angkot. Saat itulah dia beraksi, ketika mobil di rem receh koin yang dipegangnya sengaja di jatuhkan. Lagi-lagi konsentrasi penumpang langsung pecah. Semua (biasanya) berusaha untuk membantu mengambil kembali receh-receh yang berjatuhan itu.  Seperti pada modus sebelumnya, aksi ini juga melibatkan penumpang lain yang bertindak sebagai partnert si pelaku.
  4. Hati-hati juga apabila ada ibu-ibu yang tiba-tiba ngajak ngobrol. Biasanya target utama yaah… ibu-ibu juga. Topik pembicaraan biasanya ngalor-ngidul, si pelaku jago banget melancarkan aksi SKSD (Sok kenal Sok Dekat), yang membuat si target merasa nyaman. Karena lagi asyik ngobrol, disanalah kelengahan akan penjagaan barang pribadi dimanfaatkan partner si pelaku.
  5. Hati-hati juga apabila ada penumpang yang duduknya nyerempet-nyerempet kea rah kita, padahal kursi yang lain masih banyak yang kosong. Modus ini biasanya melibatkan single Fighter. Enggak pake partner seperti modus-modus lain. Tapi akibatnya juga lumayan. Si pelaku akan sebisa mungkin menyentuh bagian tas yang kita bawa. Diantara jari-jarinya itu, sedikit terlihat silet kecil. Pencurian dilakukan dengan cara menyobek bagian tas dengan silet, sehingga seluruh isi tas bisa dengan mudah diambil tanpa sepengetahuan si pemiliki tas. Nah, setelah membuahkan hasil, si pelaku akan dengan cepat meninggalkan angkot.
  6. Nah, ini dia yang paling sadis. Modus ini menggunakan Skill yang luar biasa. HIPNOTIS. Biasanya melibatkan lebih dari dua orang. Para pelaku memang tidak akan naik angkot bersamaan. Selalu berselang waktu antara satu pelaku dengan pelaku lain (masing-masing ga lebih dari 10 menit). Pelaku pertama akan bertindak seperti penumpang lain, terkesan tidak ada jobdesk khusus. Ketika pelaku kedua naik, tiba-tiba  orang ini MENEPUK, dua orang penumpang. Penumpang biasa dan partnernya yg udah naik duluan. Sepertinya pelaku pertama bertindak sebagai pengecoh. Nah, untuk penumpang yang dihipnotis ini, dia akan bertindak seolah-olah mengenal pelaku. Disanalah dengan mudah, si pelaku melancarkan aksinya.

Ehm… berikut ini beberapa tips-tips senantiasa aman di dalam angkutan :

  1. Kenali posisi duduk kita.
  2. Apabila anda membawa tas/ bawaan. Sebisa mungkin simpan barang-barang tersebut di depan badan, sehingga mudah untuk dipeluk
  3. Jangan membiarkan tas anda mengarah / menyilang ke penumpang lain. Usahakan untuk terus memeluknya.
  4. Jangan keluarkan HandPhone, laptop ato buku tabungan (ada ya??) apabila tidak dibutuhkan. Jangan berusaha untuk memamerkan HP BlackBerry anda saat diangkot
  5. Usahakan untuk tidak tertidur. Kalaupun sulit, amankan barang-barang berharga ada. Misalkan, masukkan barang2 tsb di bagian tas yang sulit dijangkau orang luar.
  6. Jangan melamun. Karena orang-orang yang melamun akan sangat mudah dijadikan target sasaran.
  7. Lakukan aktivitas yang akan selalu membuat anda terjaga dan waspada. Hal yang selalu saya lakukan adalah membaca buku, misalnya.
  8. Jangan takut untuk berteriak apabila ada yang terlihat mencurigakan. Teriakan bisa berupa “KIRIIIIIIIIIIIII….” Atau “STOOOOOOOP” karena terikan2 semacem ini bisa menghambat si pelaku melanjutkan aksinya.
  9. Jangan takut juga untuk mengingatkan penumpang lain yang menjadi target pencurian untuk selalu waspada.
  10. Ehm… klo anda memiliki kemampuan membela diri, mungkin inilah saatnya untuk membuktikan kemampuan anda yang selama ini mungkin tidak pernah terlihat.
  11. Banyak-banyaklah berdzikir dan mengingat Allah SWT

Well…. Mungkin itu dulu yang bisa saya bagi. Mungkin ada yang bisa menambahkan mangga tinggalkan jejak disini. Semoga bermanfaat yaaah :D

  1. Oktober 24, 2009 pukul 7:49 am | #1

    Wihhh… kok tau trik – triknya copet mbak????
    belajar dmana?
    :D piss

  2. Oktober 27, 2009 pukul 12:06 am | #2

    salam kenal…….
    wah we should be carepul eperytaim yah berarti……..??

  3. Oktober 27, 2009 pukul 2:55 am | #3

    @4f4ndi
    Pengalaman jadi saksi dilapangan, bang! Yaaaah… klo kepepet bisa dipraktekin lah ntar wkwkwkw… :P

    @Ismi Humairo (Subhanallah namanya Indah)
    Salam kenal juga :D
    Yups… bener banget, mba! Waspadalah… waspadalah…

  4. Arief
    November 5, 2009 pukul 3:32 pm | #4

    Wkwkwk
    iyam..Iyam..Ada ada aja.Bguslah klo gtu jadi tahunan ama angkot pun ga sia2.Gw doain deh suatu saat nanti loe jd juragan angkot.Oh iya di jepang jg msh bnyk kok kriminil cem diatas..Hehe pngalan soalnya.Sukses ya kawanku yg baek

  5. nazZzz
    November 8, 2009 pukul 3:09 pm | #5

    OMG!!!
    untung nda naek angkot kemana
    mending jalan kaki en nda bawa uang aja deh kalo gitu ^^

  6. November 10, 2009 pukul 6:43 am | #6

    @ Arief
    Amin… juragan angkot tuh termasuk jutawan juga kan bang :D
    Di jepang? ya iyalah, dimana2 juga selagi manusia pada idup mah selalu aja ada yg jadi antagonis (jg protagonis) mau di jepang, di amrik, di belanda sampe di cimahi pun ada. waspada ajalah bro!!!

    *** bang, iyam lagi denger lagu SOS “Sebuah Kisah Klasik” …
    T_T kangen kalian semua (*nangis*)

    @nazZzz
    iya bang klo bisa mah emang ga usah pake angkot lah, tapi dari pada jalan kaki sih klo aku milih naek ni angkot. kebayang rumah-kampus klo cuma jalan kaki… hadooh!!
    Sebelumnya makasih bang, atas kunjungannya… kenalin nih Guru Java ku (hahaha…sory nih bang klo ku panggil Guru)

  1. Belum ada trackback.