Menconteklah Dengan Cerdas
Tadi pagi seperti biasa baca-baca imel-imel di milis klub guru, ada satu imel yang bikin miris sekaligus mengenaskan. Subjeknya berjudul klo ga salah mengenai Banyaknya guru yang mencontek karya tulis untuk memenuhi syarat sertifikasi (insya Allah, lain kali saya angkat kisah ini, sabar yah)
Nah, disaat yang bersamaan saya chating dengan seorang kawan yang sekarang kuliah di Kobe, Jepang. Diskusi tentang topik diatas, tentang perihal contek-mencontek di Jepang. Intinya sih di jepang sono, kegiatan jiplakk menjiplak dan contek-mencontek adalah perkara kriminal serius (katanya)
Diakhir perbincangan, kawan saya ini mengirimkan beberapa gambar yang sampe sekarang masih buat saya geleng-geleng kepala (Lebaaaaaaaaaaay). Tentang upaya seorang siswa jepang dalam melakukan pencontekan. whahaha … salut sama usaha kreatifnya. Maaf klo repost, gan! 
Duuh… tobat … ampun Bu Guru/ Pa Guru
, saya bukan mau ngajarin anak-anak penerus bangsa ini mencontek, bukan juga menyuruh korupsi, apalagi maen curang. Kalau suatu hari Bapak/ Ibu Guru menemukan modus seperti ini, plese banget ya, jangan bawa-bawa nama saya. jangan juga laporkan saya ke KPK, karena saya takut sama Cicak 
Mudah2an gambar yang akan kita saksikan berikut ini memicu guru-guru kita untuk jauh lebih kreatif lagi membuat soal-soal ujian yang tidak mudah di contek …
Selamat berjuang untuk guru-guru kita.

Siang itu saya jalan-jalan ke daerah Ledeng Atas (Bandung Utara), daerah dekat UPI, kampus saya sekarang. Sebetulnya bukan jalan-jala, tapi hanya janjian dengan seorang teman yang akan mengembalikan buku yang sudah cukup lama dia pinjam. Lama menunggu, tapi teman saya itu tak kunjung datang. sampai akhirnya hujan turun dengan deras sekali. sadar diri karena ga bawa payung, akhirnya saya memutuskan untuk berteduh di sebuah warung surabi yang sebetulnya mirip cafe kecil. Karena malu klo hanya numpang berteduh, akhirnya saya pun memesan seporsi surabi. hanya 5 menit menunggu, surabi pun datang.
Wuih… begini inilah kalo inspirasi mentok ditengah jalan, mau diputer, dijilat trus dicelupin ni otak tetep aja ga mudeng. ketemu banyak ide baru tapi sayang tak ada satupun yang beririsan dengan masalah yang diangkat kepermukaan.
Nasib jadi mahasiswa tingkat akhir yang masih kudu terseok-seok dengan nulis proposal
. ini baru seminar, apa kabar dengan skripsi nya entar
). ya udahlah, mau dipaksain juga kyaknya ga bakalan bener. Harus istirahat dulu kyanya. cari inspirasi dalam bentuk yang lebih menyenangkan. mau apa? ini
yang ini
atau ini
yang jelas ga mungkin klo ini
(haha..takut dosa ah).
Ternyata kenyamanan dan keamanan memang menjadi barang yang luar biasa mahal di NKRI tercinta ini. Penyediaan layanan umum yang seharusnya diiringi dengan peningkatan kualitas pendukung layanan tersebut sepertinya sudah harus sangat diperhatikan dengan seksama(bukan Cuma diperhatiin juga sih, tapi kudu dilaksanain). Apalagi pelayanan di bidang transportasi, semisal kereta, Bis juga angkot.














Apa Kata Mereka